Selasa, 03 Februari 2015

Tidak Berputus Asa Dari Rahmat ALLAH SWT

Assalamualaikum.
Pada Postingan pertama ini saya akan berbagi "Cerita Hikmah Islami" yang berjudul "Tidak Berputus Asa dari Rahmat ALLAH SWT". Semoga Cerita ini bermanfaat bagi anda semua yang telah membacanya, untuk tulisan atau kata kata nya kalo ada yang kurang baik silahkan kritik nanti akan saya perbaiki.
Langsung saja simak Cerita Hikmahnya;

Cerita ini jauh sebelum diutusnya Nabi Muhammad SAW, pada saar itu ada seseorang yang luar biasanya 'Prestasi Kejahatannya', ia telah membunuh sembilan puluh sembilan (99) orang tanpa alasan yang benar. Namun demikian, tiba-tiba tergerak dalam hatinya untuk bertaubat, hanya saja ia bimbang apakah masih ada peluang baginya untuk kemali ke jalan kebaikan. Orang-orang di sekitarnya menyarankan agar menemui seorang rahib untuk menanyakan hal itu.

ketika tiba di tempat kediaman sang rahib, ia menceritakan kegundahan hatinya dan keinginannya  untuk bertaubat. Sang rahib bertanya, "Apakah Kesalahanmu itu ?"

ia berkata, "Saya telah membunuh sembilan puluh sembilan (99) orang tanpa alasan yang benar!!!"
"Apa??" seru sang rahib penuh kekagetan, "Membunuh sembilan puluh sembilan (99) orang ? Tidak ada jalan bagimu!!! tempat yang tepat bagimu adalah neraka !!!"

Lelaki itu sangat kecewa sekaligus marah, ia sadar bahwa kesalahannya memang begitu besarnya. Tetapi cara sang rahub menyikapi dan 'memvonis' itu yang sangat melukai perasannya. Walau hatinya mulai lembut dengan keinginan bertaubat , tetapi jiwa jahatnya belum benar-benar menghilang. Tanpa banyak bicara, ia mengambil pisaunya dan membunuh sang rahib. Genap sudah seratus nyawa tidak bersalah melayang ditangannya, tetapi 'panggilan' ILAHIAH untuk bertaubat terus menggangu perasannya, hanya saja ia tidak tahu harus bagaimana?

Suatu ketika ada orang yang menyarakan untuk menemui seseorang yang alim di suatu tempat, dan ia segera menuju kesana, ketika tiba di tempat tinggal sang alim, ia menceritakan jalan hidupnya, termasuk ketika ia menggenapkan pembunuhannya yang keseratus pada diri sang rahib, dan tentu saja keinginannya untuk bertaubat. Sang alim yang bijak itu berkata, "Tentu saja bisa, dan tidak ada seorangpun yang bisa menghalangi keinginanmu untuk bertaubat. Tetapi tinggalkanlah tempat tinggalmu itu karena di sana memang "Kota Maksiat". pergilah kekota A dan beribadahlah engkau kepada Allah Swt, beribadahlah engkau bersama kaum disana, dan jangan pernah kembali ke kotamu itu, Insyaallah engkau akan memperoleh ampunan Allah dan dimudahkan jalan kepada kebaikan!!!"

Lelaki itu segera berangkat ke kota yang dimaksudkan sang alim, tetapi di tengah perjalanan kematian menjemputnya. Datanglah dua malaikat untuk menjemput jiwa lelaki itu, satu "Malaikat Rahmat" dan satu nya lagi "Malaikat Azab (Siksa)". Dua malaikat itu bertengkar dan masing masing merasa hendak untuk membawa jiwa lelaki itu. Sang Malaikat rahmat berkata, "ia telah berjalan kepada Allah dengan sepenuh hatinya!!!"
Malaikat Azab (Siksa) berkata "ia tidak pernah berbuat kebaikan sama sekali, justru kejahatanya sangat banyak sekali!!!"

Dua Malaikat itu pun terus beradu Argumentasi, sampai akhirnya Allah mengutus malaikat yang ketiga dalam bentuk manusia untuk menjadi 'Hakim' bagi keduanya. Setelah masing-masing mengajukan pendapatnya, ia berkata kepada kedua Malaikat itu "Ukuralah jarak dua kota itu dari tempat kematinnya ini, mana yang lebih dekat, maka ia termasuk dalam golongannya !!!"

Kedua Malaikat itu pun mengukur jaraknya, dan ternyata kota yang dituju (Kota tempat ibadah dan penuh kebaikan) lebih dekat sejengkal dari pada kota Maksiat yang di tinggalkannya. Maka jiwanya dibawa oleh Malaikat Rahmat, dan ia memperoleh ampunan Allah Swt

Semoga dari cerita diatas bisa bermanfaat buat para pengunjung Blog ini, Hehe

0 komentar:

Sekedar catatan:



Kotak pada kolom blok komentar ini masih kosong. Maka merupakan suatu kehormatan jika sobat menjadi orang yang paling pertama menuliskan komentar, baik berupa pujian, masukan, kritikan, maupun pertanyaan di kolom komentar yang terletak di bawah kotak ini.

Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap artikel-artikel Ingin Tahu

Silahkan Berkomentar Dengan Baik dan Bijak